HUBUNGAN BUDAYA KERJA, VISI, MISI DENGAN KINERJA SERTA PRESTASI PERUSAHAAN


HUBUNGAN BUDAYA KERJA, VISI, MISI DENGAN KINERJA SERTA PRESTASI PERUSAHAAN


Pengertian Budaya Kerja

Budaya Kerja adalah suatu falsafah dengan didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja. (Sumber : Drs. Gering Supriyadi,MM dan Drs. Tri Guno, LLM ).

Suatu keberhasilan kerja, berakar pada nilai-nilai yang dimiliki dan perilaku yang menjadi kebiasaannya. Nilai-nilai tersebut bermula dari adat kebiasaan, agama, norma dan kaidah yang menjadi keyakinannya menjadi kebiasaan dalam perilaku kerja atau organisasi. Nilai-nilai yang telah menjadi kebiasaan tersebut dinamakan budaya. Oleh karena budaya dikaitkan dengan mutu atau kualitas kerja, maka dinamakan budaya kerja.

Kata budaya itu sendiri adalah sebagai suatu perkembangan dari bahasa sansekerta ‘budhayah’ yaitu bentuk jamak dari buddhi atau akal, dan kata majemuk budi-daya, yang berarti daya dari budi, dengan kata lain ”budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa. Sedangkan kebudayaan merupakan pengembangan dari budaya yaitu hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut”.

Pengertian kebudayaan banyak dikemukakan oleh para ahli seperti Koentraningrat, yaitu; ”kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakukan yang teratur oleh tatakelakuan yang harus didapatnya dengan belajar dan semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat”.

Budaya kerja, merupakan sekumpulan pola perilaku yang melekat secara keseluruhan pada diri setiap individu dalam sebuah organisasi. Membangun budaya berarti juga meningkatkan dan mempertahankan sisi-sisi positif, serta berupaya membiasakan (habituating process) pola perilaku tertentu agar tercipta suatu bentuk baru yang lebih baik.

Adapun pengertian budaya kerja menurut Hadari Nawawi dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia menjelaskan bahwa:

Budaya Kerja adalah kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang oleh pegawai dalam suatu organisasi, pelanggaraan terhadap kebiasaan ini memang tidak ada sangsi tegas, namun dari pelaku organisasi secara moral telah menyepakati bahwa kebiasaan tersebut merupakan kebiasaan yang harus ditaati dalam rangka pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai tujuan.
Dari uraian di atas bahwa, budaya kerja merupakan perilaku yang dilakukan berulang-ulang oleh setiap individu dalam suatu organisasi dan telah menjadi kebiasaan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Adapun Menurut Triguno dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia menerangkan bahwa:

Budaya Kerja adalah suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan, dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi yang tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja.
Taliziduhu Ndraha dalam buku Teori Budaya Kerja, mendefinisikan budaya kerja, yaitu; 
”Budaya kerja merupakan sekelompok pikiran dasar atau program mental yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kerjasama manusia yang dimiliki oleh suatu golongan masyarakat”.

Sedangkan Menurut Osborn dan Plastrik dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia menerangkan bahwa: “Budaya kerja adalah seperangkat perilaku perasaan dan kerangka psikologis yang terinternalisasi sangat mendalam dan dimiliki bersama oleh anggota organisasi”.

Dari uraian-uraian di atas bahwa, budaya kerja merupakan falsafah sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan, dan kekuatan pendorong yang dimiliki bersama oleh setiap individu dalam lingkungan kerja suatu organisasi.

Jika dikaitkan dengan organisasi, maka budaya kerja dalam organisasi menunjukkan bagaimana nilai-nilai organisasi dipelajari yaitu ditanam dan dinyatakan dengan menggunakan sarana (vehicle) tertentu berkali-kali, sehingga agar masyarakat dapat mengamati dan merasakannya.

Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. Manfaat dari penerapan Budaya Kerja yang baik :
1.    Meningkatkan jiwa gotong royong
2.    Meningkatkan kebersamaan
3.    Saling terbuka satu sama lain
4.    Meningkatkan jiwa kekeluargaan
5.    Meningkatkan rasa kekeluargaan
6.    Membangun komunikasi yang lebih baik
7.    Meningkatkan produktivitas kerja
8.    Tanggap dengan perkembangan dunia luar, dll.

                Untuk membahas mengenai Budaya Kerja kita akan memberikan sedikit Analisa. Untuk Analisa ini kita akan membahas sedikit mengenai PT SMART Tbk:



VISI
Menjadi perusahaan agribisnis dan produk konsumen global yang terintegrasi dan terbaik-menjadi mitra pilihan.

MISI
Secara efisien, kita menyediakan produk, solusi, serta layanan agribisnis dan konsumen, yang berkualitas tinggi serta berkelanjutan, guna menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan kami.

BUDAYA
Karyawan SMART memainkan peranan penting bagi Perusahaan dalam mencap[ai kesuksesan serta mengatasi tantangan dalam pengembangan bisnis. Karyawan kami berkomitmen pada nilai-nilai perusahaan sebagai berikut:
Integritas: Bertindak sesuai ucapan maupun janji sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan pihak lain
Sikap Positif: Menampilkan perilaku yang mendukung terciptanya lingkuangn kerja yang saling menghargai dan konsudif.
Komitmen: Melaksanakan pekerjaan dengan sepenuh hati untuk mencapai hasil terbaik.
Perbaikan Berkelanjutan: Meningkatkan kemampuan atau kapsitas diri, unit kerja, dan organisasi secara terus menerus mencapai hasil terbaik.
Inovatif: Memumculkan gagasn atau menciptakan produk/ alat kerja/ system kerja baru yang dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan perusahaan.
Loyal: Menumbukembangkan semangat untuk mengerti, memahami dan melaksanakan nilai-nilai Perusahaan sebagai baghian dari keluarga besar SMART.
Dengan nilai nilai tersebut sebagai dsar, esensi dari budaya Perusahaan dapat ditunjukkan melalui empat cara:
Prestasi: Kita menghasilkan kinerja yang luar biasa
Rasa memiliki: Kita hanya melakukan apa yang tebaik bagi perusahaan
Kolaborasi: Kita bekerja sebagai satu tim
Sumber daya manusia: Kita mewujudkan potensi Sumber Daya Manusia kita

Pencapaian PT SMART Tbk sebagai perusahaan besar di Indonesia dengan VISI dan MISI serta Budaya Kerja yang sangat menggambarkan perusahaannya antara lain yaitu sebagai Mencapai puncak peringkat keberlanjutan – PT SMART duduki peringkat 4 besar SPOTT. Peringkat SPOTT ini menempatkan perusahaan ini sebagai perusahaan minyak kelapa sawit berkelanjutan dengan peringkat tertinggi yang beroperasi di Indonesia pertanggal 10 Maret 2016. Dengan capaian yang sangat besar ini menunjukkan Visi yang mulai dicapai oleh PT SMART Tbk,  budaya kerja yang integritas, selalu melakukan perbaikan berkelanjutan juga menjadikan perusahaan ini selalu berkembang setiap waktunya. Budaya perusahaan yang kuat menghasilkan perusahaan yang kuat, budaya perusahaan yang lemah menghasilkan perusahaan yang lemah, keropos.  


Comments

Popular Posts